Kasus kepolisian Republik Indonesia terburuk berikut beberapa kasus terparah yang melibatkan kepolisian Indonesia, baik dari segi dampak sosial, pelanggaran hukum, maupun keterlibatan oknum polisi dalam tindak kejahatan:

1. Kasus Ferdy Sambo (2022) – Pembunuhan Berencana

Kasus: Pembunuhan ajudan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir J)
Pelaku: Irjen Ferdy Sambo, mantan Kadiv Propam Polri
Dampak:

  • Salah satu skandal terbesar dalam sejarah Polri.

  • Ferdy Sambo merancang pembunuhan dengan skenario palsu.

  • Kasus ini mengguncang kepercayaan publik terhadap kepolisian.

  • Hukuman: Vonis penjara seumur hidup (kemudian di kurangi menjadi 20 tahun).

2. Tragedi Kanjuruhan (2022) – Ratusan Korban Jiwa

Kasus: Tragedi sepak bola yang menewaskan 135 orang akibat gas air mata.
Penyebab:

  • Polisi menembakkan gas air mata ke tribun penuh suporter.

  • Kepanikan menyebabkan penonton berdesakan dan terinjak-injak.
    Dampak:

  • Salah satu tragedi sepak bola terburuk di dunia.

  • Sorotan global terhadap buruknya pengamanan kepolisian.

  • Hukuman: Beberapa polisi di hukum ringan, menuai kritik keras.

3. Kasus Novel Baswedan (2017) – Penyiraman Air Keras

Kasus: Penyidik KPK Novel Baswedan di serang dengan air keras.
Pelaku: Dua polisi aktif (di hukum ringan).
Dampak:

  • Novel Baswedan kehilangan penglihatan di satu mata.

  • Dugaan keterlibatan petinggi kepolisian dalam upaya melemahkan KPK.

  • Hukuman terhadap pelaku (1 tahun penjara) di anggap tidak adil.

4. Kasus Pembunuhan Munir (2004) – Misteri yang Belum Terpecahkan

Kasus: Aktivis HAM Munir Said Thalib di racun arsenik dalam penerbangan ke Belanda.
Tersangka: Pollycarpus, agen BIN (namun dugaan ke arah petinggi polisi juga mencuat).
Dampak:

  • Salah satu kasus pelanggaran HAM terbesar di Indonesia.

  • Dugaan keterlibatan aparat negara yang hingga kini masih belum tuntas.

aihst-bd.media

5. Kasus Tambang Ilegal di Kaltim (2023) – Polisi Terlibat Mafia Tambang

Kasus: Irjen Teddy Minahasa di duga terlibat dalam jaringan tambang ilegal.
Dampak:

  • Memperlihatkan korupsi di tingkat tinggi dalam kepolisian.

  • Dugaan perlindungan terhadap mafia tambang ilegal.

  • Hukuman: Masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

6. Kasus Narkoba Irjen Teddy Minahasa (2022) – Polisi Jadi Bandar Narkoba

Kasus: Jual beli barang bukti sabu-sabu oleh perwira tinggi Polri.
Dampak:

  • Irjen Teddy Minahasa (eks Kapolda Sumbar) terbukti mengedarkan 5 kg sabu.

  • Hukuman: Vonis penjara seumur hidup.

7. Kasus Korupsi SIM di Korlantas (2012) – Mafia Anggaran di Kepolisian

Kasus: Dugaan korupsi proyek simulator SIM di Korlantas Polri.
Tersangka: Irjen Djoko Susilo
Dampak:

  • Korupsi lebih dari Rp 121 miliar.

  • Hukuman: Vonis 18 tahun penjara, pencabutan hak politik.

Kesimpulan

Beberapa kasus di atas menggambarkan betapa besarnya tantangan dalam reformasi Polri. Meskipun banyak anggota kepolisian yang masih bertugas dengan baik dan profesional, kasus-kasus besar ini menunjukkan bahwa transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan publik sangat penting dalam mencegah penyalahgunaan kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *